PENGARUH PENGGUNAAN KRIKIL MANTUP SEBAGAI BAHAN PERKERASAN JALAN (AC-WC)

Authors

  • Sugeng Dwi Hartantyo Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan
  • Beni Hermanto Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.30737/ukarst.v3i2.605

Keywords:

Mantup Gravel, Manufacture, Hot Asphalt (AC-WC)

Abstract

This research aims to find out how the process of making hot asphalt mixtures (AC-WC) using grated mantup as a substitute for coarse aggression, and aims to find out how the influence of using grated mantras as hot asphalt mixture (AC-WC) This research method used is the exprimental trial and error method of Marshall testing methodology to analyze the properties of percent cavity in the mixture (VIM), percent cavity filled with asphalt (VFB), percent cavity between mineral aggregate (VMA), stability (Stability) , melt (Flow) and Marshall Quatient. The substitution of cricile variation is 0%, 25%, 50%, 100% of the coarse aggregate weight in this study indicating that the most ideal Marshall Properties value is calculated using the regression model equation with the highest index of determination where the index value of determination is obtained ( R2) = 1 for Marshall properties which is the highest is the substitution of gravel mantup 100% with Marshall parameters which includes: Stability 979.03 kg, VIM 97.71%, VMA 18.68%, VFWA 78.21%, Flow 3.13 mm , Marshall Question 316.46%. From these results the substitution of Krikil Mantup with a level of 100% meets the criteria in Indonesian national standards.

Keywords: Mantup Gravel, Manufacture, Hot Asphalt (AC-WC)


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan campuran aspal panas (AC-WC) dengan menggunakan parutan mantup sebagai pengganti agresi kasar, dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan parutan sebagai campuran aspal panas (AC-WC) . Metode penelitian yang digunakan adalah metode exprimental trial and error metodologi pengujian Marshall untuk menganalisis sifat persen rongga dalam campuran (VIM), persen rongga diisi dengan aspal (VFB), persen rongga antara agregat mineral (VMA), stabilitas (Stabilitas) ), melt (Flow) dan Marshall Quatient. Substitusi variasi cricile adalah 0%, 25%, 50%, 100% dari berat agregat kasar dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Marshall Properties paling ideal dihitung menggunakan persamaan model regresi dengan indeks penentuan tertinggi di mana nilai indeks penentuan diperoleh (R2) = 1 untuk sifat Marshall yang tertinggi adalah substitusi dari kerikil mantup 100% dengan parameter Marshall yang meliputi: Stabilitas 979,03 kg, VIM 97,71%, VMA 18,68%, VFWA 78,21%, Aliran 3,13 mm, Marshall Pertanyaan 316,46%. Dari hasil ini substitusi kerikil Mantup dengan tingkat 100% memenuhi kriteria dalam standar nasional Indonesia.

 

Kata Kunci: Gravel Mantup, Pembuatan, Hot Asphalt (AC-WC)

References

Abdullah, Dan Kartikasari, D 2018. Efluasi Kuat desak Beton Mutu K200 Dengan

Menggunakan Agregat Kasar Dari Kecamatan Mantup Dan Penambahan Serat Alam

Enceng Gondok. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lamongan.

Adyti E. Sutrisno, Kartikasari, D 2017 Pengaruh Penambahan Abu Jerami Padi Padi

Terhadap Kuat Tekan Beton, Jurnal Civilla Vol 2 No 2 September 2017 ISSN No. 2503

– 2399, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan

Ahmad, Revi.2015. Efek Pemakaian Pasir Laut Sebagai Agregat Halus Padacampuran

Aspal Panas (Ac-Bc) Dengan Pengujian Marshall (Jurnal). Jurusan Teknik Sipil dan

Perencanaan. Institut Teknologi padan, Padang

Anonim.2017.Modul Perencanaan Mix Design (Perencanaan Campuran

Beraspal).Laboratorium Rekayasa Jalan.Departemen Teknik Sipil Universitas islam

Lamongan. Lamongan

April Gunarto, A. I. C. K. (2019). Penelitian Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Filler Bunga Pinus. UKaRsT, 3(1), 37. https://doi.org/10.30737/ukarst.v3i1.351

Bina Marga, 2002.Perencanaan Campuran Lapis Aspal Beton.Jakarta : Direktorat Jendral

Bina Marga

Bina Marga, 2010. Spesifikasi Umum 2010 Divisi 6 Revisi 3 seksi 6 perkerasan

Beraspal.Jakarta : Direktorat Jendral Bina Marga

Bina Marga, 2010. Spesifikasi Umum 2010 Revisi 2.Jakarta : Direktorat Jendral Bina Marga

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Bina Marga, 1983. Petunjuk Pelaksanaan

Lapis Beton Aspal (Laston) No. 13/Pt/B/1983.Jakarta

Departemen Pekerjaan Umum, 1987.Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasaan Lentur

Jalan Raya Dengan Metode Analisis Komponen,SKBI-2.3.26.1987.Jakrta:Balai

Penerbit Pekerjaan Umum

Dita Kurmadihata 2019. Fleksibilitas Campuran AC-WC Dengan Bahan Tambah Kapur

Dan Belerang.

Hartantyo S,D dan Permata, Intan.2018 Pemanfaatan Serat Eceng Gondok Sebagai

Campuran Dalam Laston Tipe Vi Sni 03-1737-1989 Di Tinjau Terhadap Marshall

Properties. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lamongan.Lamongan

Kurniawan 2013. Pemanfaatan Limbah Kramik Sebagai Agregat Kasar Dalam Adukan

Beton, Jurnal Matrial Dan Bahan Jakarta Universitan Tri Sakti

Laksita Anggraeni 2013. Ktristik Penggunaan Batu Kapur Puger Sebagai Agregat Kasar Pada Campuran AC-BC

LianaSari Agelina Eva 2013. Potensi Batu Bauksit Pulau Bintan Sebagai Pengganti Agregat Kasar Pada Beton. Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 3 Universitas Atma Jaya, Yogjakarta

Lucky Budiman, Silvia Sukirman 2018. Penggunaan Batu Kapur Batu Kali Cupang Sebagai Subtitusi Agregat Halus Beton Aspal Jenis AC-BC

Shell Bitumen,1990.Shell Bitumen Handbook.

Shodiq, Muhammad, 2018. Alternatif Serat Eceng Gondok Sebagai Bahan Tambahan Pada Campuran Laston Tipe VII Sni 03-1737-1989 Untuk Meningkatkan Kinerja Campuran.Jurusan Teknik Sipil Universitas Lamongan.Lamongan

SNI 03-1737-1989.Tata Cara Pelaksanaan Lapis ASPALl BETON (LASTON) UNTUK JALAN RAYA.Jakarta:BSN.

SNI 06-2489-1991.Metode Pengujian Campuran ASPAL DENGAN ALAT MARSHALL.JAKARTA:BSN.

Standar Nasional Indonesia, 1990. Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Agregat Kasar, SNI 03-1969-2008.Indonesia : Departemen Pekerjaan Umum.

Standar Nasional Indonesia, 1990. Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Agregat Halus, SNI 03-1970-2008.Indonesia : Departemen Pekerjaan Umum.

Standar Nasional Indonesia, 1991. Metode Pengujian Berat Jenis Aspal Padat, SNI 062441-1991.Indonesia : Departemen

Pekerjaan Umum.

Standar Nasional Indonesia, 1991. Metode Pengujian Penetrasi Bahan – Bahan Bitumen , SNI 06-2456-1991.Indonesia : Departemen Pekerjaan Umum. .

Standar Nasional Indonesia, 1991. Metode Pengujian Titik Lembek Aspal Dan Ter, SNI 0624534-1991.Indonesia : Departemen

Pekerjaan Umum.

Standar Nasional Indonesia, 2008. Metode Pengujian Titik Nyala dan Titik Bakardengan Clave Land, SNI 06-2433 1991.Indonesia : Departemen Pekerjaan Umum.

Sukirman, S., 1992. Perkerasaan Lentur Jalan Raya.Bandung

Sukirman, S., 1993. Perkerasaan Lentur Jalan Raya.Bandung

Sukirman, S., 1995. Perkerasaan Lentur Jalan Raya.Bandung

Sukirman, S., 2003. Beton Aspal Campuran Panas.Bandung

Sunarto, dan Affandy, N,A 2018. Efaluasi Kuat Desak Beton Non Struktural Dengan Menggunakan Fariasi Agregat Kasar mantup dengan Penambahan Serat Alam Enceng Gondok. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lamongan.Lamongan

Sudarso, I Dan Hepiyanto, R 2018. Kajian Bahan Tambah Alternatif Serat Enceng Gondok Terhadap Campuran Latasir Sandsheet. Kelas A spesifikasi seksi-6 2010 Bima Marga. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lamongan.

Vitasmoro, P., Chandra, A. I., & Jatmiko, J. (2019). Improving Student ’ s English Vocabulary Mastery through Animation Cartoon. 363(Icss), 505–509.

Wedyorini Windi Astuti 2015. Pengaruh Bahan Tambah Kapur Terhadap Karakteristk RAP.

Wihardi, Tjangreo M, dkk 2016 Pecahan Marmer Sebagai Pengganti Fersial Agregat Kasar. Jurnal Desain Kontruksi Vol 5 No 1 Universitas Hasanudin Makasar.

Zaenuri, M., Romadhon, R., Gunarto, A., & Cahyono, A. (2018). PENELITIAN PENGGUNAAN BATU GAMPING SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN FILLER PADA ASPAL CAMPURAN AC-BC. UKaRsT, 2(1), 24–35.

Zuraidah, Rahman 2007. Pengaruh Penggunaan Limbah Pecahan Batu Marmer Sebagai Alternatif Agregat Kasar Pada Kekuatan Beton, Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Downloads

PlumX Metrics

Published

2019-11-19

How to Cite

Hartantyo, S. D., & Hermanto, B. (2019). PENGARUH PENGGUNAAN KRIKIL MANTUP SEBAGAI BAHAN PERKERASAN JALAN (AC-WC). UKaRsT, 3(2), 140–149. https://doi.org/10.30737/ukarst.v3i2.605

Issue

Section

Articles